Pada tutorial VBA dasar, penulis menunjukkan bagaimana developer tab diaktifkan di MS Excel 2007. Nah, ternyata terdapat perbedaanuntuk mengaktifkan tab yang sama di MS Excel 2010.
Berikut adalah langkah-langkah untuk mengaktifkan tab developer di MS Excel 2010:
Koleksi tutorial dan informasi seputar Excel. Sekarang merupakan bagian dari DQLab - platform online untuk belajar data science.
Mengelola Named Range Pada Excel 2007 / 2010
Named Range adalah suatu fasilitas penamaan data range di Excel sehingga menjadi lebih mudah digunakan berulang kali pada rumus. Keuntungan lainnya adalah ketika terjadi perubahan cakupan data maka rumus yang menggunakan named range tidak perlu dirubah. Jika ada 1000 rumus yang mengacu ke suatu data range dan suatu saat terjadi penambahan data, Anda tentunya juga harus merubah semua rumus tersebut bukan? Bayangkan betapa repotnya melakukan hal seperti ini.
Artikel tutorial berikut akan menunjukkan bagaimana Anda dapat menambahkan dan menghapus named range dengan beberapa langkah sederhana.
Pada Excel 2007 / 2010, Anda dapat melihat ribbon group yang khusus untuk menangani named range ini pada bagian tab Formula | Defined Names.
Pada ribbon group ini, Anda dapat menambahkan, merubah, dan menghapus nama-nama range yang diinginkan.
Selain itu untuk mendefinisikan nama Anda juga dapat menggunakan Name Box yang terletak di sebelah kiri kotak formula seperti terlihat pada gambar berikut ini.
Artikel tutorial berikut akan menunjukkan bagaimana Anda dapat menambahkan dan menghapus named range dengan beberapa langkah sederhana.
Pada Excel 2007 / 2010, Anda dapat melihat ribbon group yang khusus untuk menangani named range ini pada bagian tab Formula | Defined Names.
![]() |
| Group Defined Names pada tab Formula |
Selain itu untuk mendefinisikan nama Anda juga dapat menggunakan Name Box yang terletak di sebelah kiri kotak formula seperti terlihat pada gambar berikut ini.
![]() |
| Area Name Box yang terletak di sebelah Formula Bar |
Mendefinisikan Named Range dengan Name Box
- Download dan buka file contoh dari Disini.
- Klik tombol Enable Editing jika muncul peringatan pada toolbar Excel 2010.

- Pilih range data A3:C14.

- Pada kotak Name Box, masukkan nama DaftarArtikel dan tekan tombol Enter.

- Cobalah arahkan cell ke tempat lain, misalkan ke alamat D4.
- Klik panah bawah pada Name Box, klik pilihan DaftarArtikel. Terlihat data range telah dipilih kembali.
- Nama named range Anda telah siap untuk digunakan pada berbagai formula. Sebagai contoh, coba masukkan formula berikut pada cell E3:
=VLOOKUP(6,DaftarArtikel,2)
Hasil yang didapatkan harusnya : Penggunaan Rumus.
Menghapus Named Range
- Klik tab Formulas, dan pada group Defined Names klik Name Manager.

- Pada dialog yang muncul, pilih Delete dan klik tombol OK untuk menghapus.

Catatan: Di dalam dialog ini, Anda juga bisa melakukan penambahan atau perubahan named range. Cobalah luangkan waktu untuk bereksperimen dengan fitur ini sehingga dapat digunakan secara maksimal ketika dibutuhkan. - Selesai.
Apa itu Time Value of Money ?
Pada artikel kali ini membahas satu konsep nilai uang yang sangat penting, yaitu Time Value of Money atau konsep Nilai Uang Berdasarkan Waktu. Mari kita lihat apa yang dimaksud dengan konsep ini dan contoh penggunaannya pada Excel.
Hampir 10 tahun yang lalu dengan uang 20 ribu rupiah penulis bisa belanja makan siang dengan kenyang di satu rumah makan Padang Jakarta. Namun di tahun 2013, dengan menu makan siang yang sama penulis sudah harus membelanjakan uang 50 ribu rupiah.
Dari contoh tersebut, terlihat nilai uang di masa mendatang menjadi semakin kecil. Atau dengan kata lain, uang Rp 20 ribu yang kita pegang 10 tahun yang lalu nilainya lebih berharga jika dibandingkan sekarang.
Konsep inilah yang disebut dengan Time Value of Money, dimana waktu sangat berperan dalam menentukan nilai uang. Para pembaca masih ingat pepatah "Time is Money" bukan ?
Tips : Menggunakan Auto Fit pada Excel 2010
Pernahkan Anda menemukan data-data pada Excel yang sepertinya diatur dengan sangat "sembrono" dan tidak rapi seperti gambar berikut?
Ini dikarenakan kolom-kolom tersebut sama panjangnya, harusnya diatur sesuai isi masing-masing. Mari kita perbaiki dan rapikan dengan langkah-langkah berikut ini.
Ini dikarenakan kolom-kolom tersebut sama panjangnya, harusnya diatur sesuai isi masing-masing. Mari kita perbaiki dan rapikan dengan langkah-langkah berikut ini.
- Download file latihan dari ms_cabang.xls.
- Buka file tersebut dengan aplikasi Excel 2010.
- Klik tombol Enable Editing pada pita peringatan yang muncul pada Excel 2010. Ini dikarenakan mekanisme security yang melindungi kita dari kemungkinan serangan dari file yang diambil dari internet.

- Pilih semua cell yang akan Anda lakukan auto fit. Untuk memilih semua range data, bisa dengan menggunakan shortcut CTRL + SHIFT + *.

- Pada ribbon Home, pilih menu Format | Autofit Column Width.

- Kolom-kolom pada table Anda sudah rapi sekarang.

- Selesai.
Memberi Warna pada Angka dengan Custom Format
Warna adalah ekspresi yang sangat baik untuk memberi indikator bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan pada data Excel kita.
Sebagai contoh, warna merah sering digunakan untuk mengindikasikan terjadi penurunan pertumbuhan. Warna hitam atau hijau sering digunakan untuk hal sebaliknya, memberi indikasi bahwa semua berjalan sesuai target.
Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan pewarnaan di Excel.
Sebagai contoh, warna merah sering digunakan untuk mengindikasikan terjadi penurunan pertumbuhan. Warna hitam atau hijau sering digunakan untuk hal sebaliknya, memberi indikasi bahwa semua berjalan sesuai target.
Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan pewarnaan di Excel.
- Jalankan program Excel Anda, dan buatlah worksheet baru.
- Isikan worksheet Anda dengan data berikut atau download dari sini.

- Letakkan cursor pada cell E3, dan buka dialog Format Cells (klik launcher pada tab Home | Number).

- Pada tab Number, pilih Custom pada panel Category dan masukkan kode berikut :
[Color 43]#,##0_);[Red](#,##0)
Kode ini artinya jika angka bernilai positif maka diberi warna hijau (Color 43), dan jika bernilai negatif diberi warna merah.
Catatan : Format angka berdasarkan nilai ini lengkapnya dibagi atas 4 bagian dengan pemisahan tanda titik koma. Bagian pertama adalah angka positif, kedua adalah angka negatif, ketiga adalah angka 0, dan keempat adalah teks. - Klik tombol OK untuk menutup dialog. Hasilnya terlihat sebagai berikut.

- Gunakan Format Painter untuk menduplikasikan format dari cell E3 tersebut ke cell-cell di bawahnya sehingga hasil akhir terlihat sebagai berikut.

- Selesai.
Jika ada pertanyaan terkait artikel ini, silahkan isi melalui komentar berikut atau bergabung ke forum diskusi kami. Terima kasih dan semoga bermanfaat.
Contoh Cara Menghitung Diskon atau Potongan Harga di Excel
Kasus 1
Ani membeli baju kaos seharga Rp 60,000.- sepotong. Diskon per baju adalah 10%. Namun terdapat tambahan diskon 5% jika Ani melakukan pembelian di atas 10 potong, sehingga total diskon yang didapatkan adalah 15% per potongan baju.Susunlah formula untuk total nilai pembayaran yang harus dilakukan oleh Ani untuk pembelian:
- 8 potong baju.
- 15 potong baju.
Jawaban Kasus 1
Cobalah susun tampilan worksheet seperti pada gambar berikut ini.
Kemudian pada cell E2, kita akan masukkan rumus perhitungan diskon dan juga fungsi IF karena ada kondisi potongan tambahan jika pembelian lebih dari 10.
Rumus perhitungan harga setelah diskon adalah sebagai berikut :
Harga Akhir = Harga Awal * Jumlah * (1 - Persentase Diskon)
atau
Harga Akhir = Harga Awal * Jumlah * (100% - Persentase Diskon)
Dengan berdasarkan rumus di atas maka kita masukkan rumus selengkapnya pada cell E2 sebagai berikut :
=IF(D2<=10,A2*D2*(1-B2), A2*D2*(1-(B2+C2)))
atau
=IF(D2<=10,A2*D2*(1-B2), A2*D2*(1-B2-C2))
Terlihat bahwa kita menggunakan fungsi IF untuk melakukan pengecekan apakah pembelian lebih dari 10 (pada cell D2). Jika iya, maka perhitungan diskon cukup dari diskon per potong (B2). Dan jika tidak, maka terdapat tambahan diskon dari C2, dengan total diskon nilai dari cell B2+C2.
Jawaban total harga yang harus dibayar dari pertanyaan di atas adalah :
Kasus 2
Kasus ini berkembang dari sumbangsih feedback dari Bu Zirawati dan Bu Sri Mulyani melalui komentar di bawah. Namun memang sangat penting karena case ini hampir serupa tapi tak sama dari kasus no. 1 di atas. Berikut kasusnya.Jika Ani membeli baju kaos seharga Rp 60,000.- sepotong. Diskon per baju adalah 10%, dan ada tambahan diskon 5% per baju jika terjadi pembelian di atas 10 potong baju. Diskon tambahan ini dihitung di akhir setelah potongan diskon pertama.
Susunlah formula untuk total diskon dan pembayaran yang harus dilakukan oleh Ani, dan hitung pembelian untuk :
- 8 potong baju.
- 15 potong baju.
Jawaban Kasus 2
Formula umum yang digunakan untuk menghitung kasus kedua ini adalah sebagai berikut.
Harga Akhir = (Harga Awal * Jumlah * (100% - Persentase Diskon 1)) * (100% - Persentase Diskon 2)
atau..
Jadi total diskon dan pembayaran yang harus dilakukan adalah:
- Jumlah diskon untuk 8 potong baju adalah 48,000, sedangkan total bayarnya adalah 432,000.

- Jumlah diskon untuk 15 potong baju adalah 94,500, sedangkan total bayarnya adalah 769,500.

Contoh Kasus: Grouping dan Subtotal pada Excel 2007
Untuk analisa data yang cukup besar dan kompleks, tentu kita perlu mengorganisasikan data dalam berbagai pengelompokan (grouping).
Dengan penggunaan grouping, kita akan mudah bekerja data yang memiliki subtotal pada berbagai level pengelompokan data.
Dengan penggunaan grouping, kita akan mudah bekerja data yang memiliki subtotal pada berbagai level pengelompokan data.
Penggunaan Grouping Subtotal
- Download dan buka dokumen penjualan.xlsx dengan MS Excel 2007.
- Buka sheet Data Penjualan.
- Lakukan sorting terhadap kolom year, month, nama produk dan nama_kota.
- Pilih cell A1 atau selengkapnya dengan range A1:K11351.
- Klik tab Data pada Ribbon.
- Pada group Outline klik button Subtotal.

- Kita akan menghitung subtotal untuk nama produk. Masukkan konfigurasi seperti pada gambar. Klik tombol OK.

- Tunggu beberapa saat sampai proses grouping selesai. Anda akan mendapatkan tampilan baris subtotal pada akhir dari peralihan setiap nama produk.

- Perhatikan juga di samping kiri dari worksheet muncul area margin baru dengan tanda plus (+) dan minus (-) yang digunakan untuk membuka (expand) rincian level dan sebaliknya melakukan grouping. Terdapat juga tombol urutan level yang dinomori dengan 1, 2, 3. Urutan level 1 adalah urutan teratas.

- Cobalah menyusun layout dari worksheet sehingga mendapatkan hasil seperti pada gambar di bawah.

- Selesai.
Menambahkan Subtotal Baru
Sekarang kita akan coba menambahkan subtotal berdasarkan “nama_kota” :
- Klik cell A1.
- Klik tab Data pada Ribbon.
- Pada group Outline klik button Subtotal.
- Masukkan konfigurasi seperti pada gambar. Pastikan opsi Replace current subtotals tidak aktif. Klik tombol OK.

- Tunggu beberapa saat dan kita akan mendapatkan subtotal untuk nama produk dan nama kota. Pada margin area terlihat rincian level sudah pada sampai tingkat 4.

- Selesai.
Menghilangkan Subtotal
- Klik cell A1.
- Klik tab Data pada Ribbon.
- Klik tombol Remove All.
- Tunggu beberapa saat sampai dengan selesai.
- Selesai.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Launching E-BOOK EIUG: Form Entry Sederhana dengan Excel VBA
Pengunjung BelajarExcel.info Yang Saya Hormati, Pada tanggal 14 Juni 2014,Excel Indonesia User Group (EIUG) yang merupakan salah satu k...









