Showing posts with label Rumus. Show all posts
Showing posts with label Rumus. Show all posts

Menggunakan Pengurangan dengan Autosum

Autosum adalah fasilitas pada Excel yang digunakan untuk penjumlah sejumlah range cell yang dideteksi secara otomatis. Dengan kata lain AutoSum adalah shortcut untuk menggunakan fungsi SUM. Keuntungannya adalah waktu pengerjaan yang diperlukan lebih sedikit apalagi dengan jumlah data sangat panjang.


Nah, di komunitas Excel Indonesia User Group ada beberapa pertanyaan bagaimana mengurangi data di AutoSum.  Ini bisa dilakukan adalah menambahkan tanda + (plus) atau - (minus) di depan angka yang ingin kita hitung. Untuk tanda plus biasanya tidak usah ditulis.

Contoh: Untuk menghitung stok, maka kita gunakan standarisasi bahwa barang masuk akan menggunakan plus, dan barang keluar dengan tanda minus.

Untuk langkah-langkahnya Anda bisa melihat slide berikut. Semoga bermanfaat!



Cara Mengurutkan Data dengan Rumus di Excel

Pengurutan atau sorting adalah fitur dasar yang sangat penting di Excel. Tahukah Anda bahwa selain menggunakan fasilitas dari menu sorting, Anda dapat menggunakan rumus untuk mengurutkan data sederhana?

Caranya adalah dengan menggunakan kombinasi dari fungsi-fungsi berikut:
  • LARGE atau SMALL untuk mengambil data terbesar atau terkecil dari suatu range data. Untuk posting kita kali ini akan menggunakan fungsi SMALL.
  • Kedua fungsi di atas akan dibantu dengan fungsi ROW atau COLUMN untuk mengambil urutan yang diinginkan. Pada contoh kali ini kita akan menggunakan fungsi ROW.
Mari ikuti langkah-langkah berikut untuk contoh pengurutan menaik (ascending) dengan fungsi SMALL.
  1. Isi data seperti gambar berikut ini pada worksheet Anda atau download dari website kami. Data pada range B4:B13 akan diurutkan dan dimasukkan pada range E4:E13.

  2. Pada cell E4 coba masukkan rumus berikut.

    =SMALL($B$4:$B$13, 1)

    Rumus ini akan mengambil nilai terkecil pertama dari range B4:B13, yaitu nilai 67.
  3. Sekarang coba rumah rumus di atas menjadi:

    =SMALL($B$4:$B$13, 2)

    Rumus ini akan mengambil nilai terkecil ke-2 dari range B4:B13, yaitu nilai 96.
  4. Dengan percobaan pada langkah 2 dan 3 di atas terlihat bahwa dengan mengubah nilai parameter pada fungsi SMALL kita bisa mendapatkan nilai terkecil ke-1, ke-2 , ke-3, dstnya. Nilai-nilai ini kita tidak usah masukkan secara manual, tapi bisa kita gantikan dengan fungsi ROW.

    Sekarang pada cell E4, masukkan rumus berikut.

    =SMALL($B$4:$B$13, ROW()-3)

    Hasil dari rumus ini akan menghasilkan nilai terkecil pertama dari B4:B13 yaitu 67. Ini dikarenakan ROW() pada cell E4 akan mengembalikan nilai 4, dan supaya menjadi 1 maka hasil tadi kita kurangi dengan angka 3.
  5. Copy rumus di atas ke cell E5 s/d E13, Anda akan mendapatkan hasil data terurut seperti tampilan berikut.

  6. Selesai.
Untuk mendapatkan variasi contoh lainnya dengan penggunaan rumus LARGE, silahkan bergabung dengan user group Facebook kami dan kunjungi halaman Files pada user group tersebut. Semoga bermanfaat!

3 Cara Menghitung Nilai Pangkat di Excel

1. Menggunakan Operator ^

Gunakan bilangan pokok diikuti operator ^ dan angka pangkat.

Contoh Penggunaan pada Excel:
  • =4^2
  • =5^3

2. Menggunakan Fungsi POWER

Gunakan fungsi POWER dengan syntax sebagai berikut:

=POWER(bilangan pokok, bilangan pangkat)

Contoh Penggunaan pada Excel:
  • =POWER(4, 2)
  • =POWER(5,3)

3. Menggunakan Fungsi Logaritma Alami

Gunakan fungsi logaritma alami dengan syntax sebagai berikut:

=EXP(bilangan pangkat * LN(bilangan pokok)

Contoh Penggunaan pada Excel:
  • =EXP(2 * LN(4))
  • =EXP(3 * LN(5))


Contoh Kasus: Mendapatkan Nilai Tertinggi dari Kumpulan Tanggal Yang Sama

Sering sekali dari suatu kumpulan data tanggal dan nilai, kita ingin mengambil nilai maksimum dari tanggal tersebut.

Sebagai contoh, dari data pada gambar berikut untuk tanggal 3 Oktober 2013 (10/3/2013) kita ingin mendapatkan nilai 212 sebagai nilai terbesarnya.

Nilai maksimum untuk tanggal 10/3/2013

Sedangkan untuk tanggal Y kita ingin mendapatkan YMax.

Nilai Maksimum untuk tanggal 8/16/2013
Berikut adalah contoh rumus array formula untuk mendapatkan max dari tanggal 10/3/2013 - diketik dulu rumusnya dan diakhiri penekanan tombol CTRL+SHIFT+ENTER. Rumus ini berlaku untuk kondisi data seperti pada gambar di atas.

=MAX(IF(B2:B10=DATEVALUE("10/3/2013"),D2:D10,0))

Dan jika kita menggunakan filter tanggal yang kita masukkan pada kolom F, maka kita masukkan formulanya kira-kira sebagai berikut (ingat diakhiri dengan penekanan tombol CTRL+SHIFT+ENTER).

=MAX(IF($B$2:$B$10=F2,$D$2:$D$10,0))

Penggunaan Formula dengan Filter pada kolom B (klik untuk memperbesar gambar)
Untuk Anda yang ingin mendownload filenya silahkan klik link di bawah ini, file tersebut terdapat di user group Facebook kami.

Array Formula - Mendapatkan Nilai Tertinggi dari Group Tanggal Yang Sama.xlsx

Semoga Bermanfaat !

Cara Menghitung Umur dengan Fungsi DATEDIF

DATEDIF adalah suatu fungsi pada Excel untuk menghitung perbedaan jarak antara kedua tanggal. Perhitungan yang sangat rumit ini - karena jumlah hari pada tiap bulan berbeda -  menjadi sangat sederhana dengan fungsi rumus ini.

Nah, pada artikel sebelumnya ditunjukkan cara yang cukup panjang untuk menghitung umur atau usia seseorang. Kali ini kita akan coba menggunakan rumus DATEDIF menghitung ulang usia seseorang berdasarkan tanggal lahirnya.

Syntax dari fungsi DATEDIF adalah sebagai berikut:

=DATEDIF(tanggal_1, tanggal_2, jenis_interval)

dimana:
  • tanggal_1 adalah tanggal awal.
  • tanggal_2 adalah tanggal akhir, dan tanggal akhir ini harus lebih besar nilainya dari tanggal_1.
  • jenis_interval adalah teks yang menyatakan jenis interval atau jarak tanggal yang diinginkan, terdiri dari:
    • d  :    menghitung total jarak hari secara keseluruhan.
    • m :    menghitung total jarak bulan secara keseluruhan.
    • y  : menghitung total jarak tahun secara keseluruhan.
    • md: menghitung total jarak hari secara pada bulan dan tahun yang sama.
    • yd: menghitung total jarak hari pada tahun yang sama.
    • ym: menghitung total jarak bulan pada tahun yang sama.
Sebagai contoh, kita akan menghitung umur untuk bayi yang lahir pada tanggal 21-Maret-2007 dengan tanggal hari ini (tanggal penulisan adalah 3 Oktober 2013). Dengan berbagai jenis interval maka penggunaan rumus dan hasilnya adalah sebagai berikut:
  • =DATEDIF("3/21/2007", today(),"d") akan menghasilkan nilai jarak total 2388 (hari)
  • =DATEDIF("3/21/2007", today(),"m") akan menghasilkan nilai jarak total 78 (bulan)
  • =DATEDIF("3/21/2007", today(),"y") akan menghasilkan nilai jarak total 6 (tahun)
  • =DATEDIF("3/21/2007", today(),"md") akan menghasilkan nilai jarak 12 (hari) dengan anggapan ada pada  bulan dan tahun yang sama.
  • =DATEDIF("3/21/2007", today(),"yd") akan menghasilkan nilai jarak 196 (hari) dengan anggapan ada pada tahun yang sama.
  • =DATEDIF("3/21/2007", today(),"ym") akan menghasilkan nilai jarak 6 (bulan) dengan anggapan ada pada tahun yang sama.
Dan berikut adalah contoh screenshot lengkap untuk perhitungan usia untuk berbagai jarak tanggal. File tersebut dapat Anda download di user group Facebook. Semoga bermanfaat.

Hasil Perhitungan Umur dengan Fungsi DATEDIF

Cara Menghitung Umur dengan Excel berdasarkan Tanggal Lahir

Menghitung UMUR dan USIA dari informasi tanggal lahir adalah salah satu yang sering ditanyakan kepada penulis baik pada sesi training maupun ditemukan di forum-forum online.

Perhitungan usia yang kelihatannya gampang ini ternyata cukup kompleks karena tidak seperti perhitungan numerik, tanggal memiliki jumlah hari tiap bulan yang berbeda-beda (28, 29, 30 dan 31).

Berikut adalah screenshot solusi dari BelajarExcel.info dengan berbagai kombinasi tanggal lahir dan tanggal pengamatan.  Hasil N/A adalah karena tanggal pengamatan lebih kecil dari tanggal lahir.

Solusi ini menggunakan rumus IF dan fungsi tanggal YEAR, MONTH dan DATE. Selain itu Anda dapat menggunakan DATEDIF, namun kami akan tunjukkan di artikel lain. File ini dapat Anda download di koleksi file Excel user group kami.

Hasil Final Perhitungan Usia (klik untuk memperbesar tampilan gambar)

Dan berikut adalah rumus lengkapnya untuk perhitungan umur berdasarkan tahun, bulan dan hari.

C3 = TANGGAL PENGAMATAN
B3 = TANGGAL LAHIR

RUMUS UNTUK TAHUN
=================
=IF(C3>=B3,
IF(
OR(AND(DAY(C3)<DAY(B3),OR(MONTH(C3)-1=MONTH(B3),MONTH(C3)=MONTH(B3))), MONTH(C3)<MONTH(B3)),
IF(YEAR(C3)>YEAR(B3),YEAR(C3)-YEAR(B3)-1,YEAR(C3)-YEAR(B3)),
YEAR(C3)-YEAR(B3)
)
,"N/A ") & " tahun"

RUMUS UNTUK BULAN
=================
=IF(C3>=B3,
 IF(
  DAY(C3)<DAY(B3),
 IF(MONTH(C3)>MONTH(B3),MONTH(C3)-MONTH(B3)-1, MONTH(C3)+11-MONTH(B3)),
 IF(MONTH(C3)>=MONTH(B3),MONTH(C3)-MONTH(B3), MONTH(C3)+12-MONTH(B3))
  ), "N/A") & " bulan"

RUMUS UNTUK MENCARI HARI
========================
=IF(C3>=B3,
IF(
DAY(C3)>=DAY(B3), 
DAY(C3)-DAY(B3), 
C3-DATE(YEAR(C3),MONTH(C3)-1,DAY(B3))
), 
"N/A ") & " hari"

Info Tambahan: Kombinasi tanggal yang digunakan untuk testing tersebut dibuat berdasarkan matrix berikut.


Studi Kasus: Mendapatkan Top 10 List dengan Formula Excel

Pihak manajemen sering sekali menginginkan informasi top 10 dari berbagai hal, misalkan top 10 produk dengan penjualan tertinggi, top 10 karyawan dengan KPI terbaik, dll.

Solusinya tentu melakukan pengurutan atau sorting pada data asal tersebut dan kemudian diambil 10 record saja.

Nah, seiring kompleksitas pekerjaan kita. Sering sekali kita tidak ingin sumber data kita diganggu. Kita hanya ingin table terpisah yang mengambil 10 data berdasarkan pengurutan di table asal.

Penggunaan ISBLANK pada Excel

Fungsi ISBLANK digunakan untuk melakukan pengecekan apakah suatu cell berisi nilai kosong atau null. Jika memang kosong atau null, maka akan mengembalikan nilai TRUE (BENAR), sebaliknya mengembalikan FALSE (SALAH).

Sebagai contoh, pada Gambar.1 berikut cell C3 berisi rumus =ISBLANK(B3). Rumus ini digunakan untuk melakukan pengecekan apakah cell B3 kosong. Ternyata cell B3 berisi teks "Satu", dengan demikian tidak kosong dan fungsi ISBLANK(B3) akan mengembalikan nilai FALSE.

Gambar.1 Contoh Pengecekan ISBLANK yang mengembalikan nilai FALSE


Sedangkan pada Gambar.2 berikut cell C4 berisi rumus =ISBLANK(B4). Rumus ini digunakan untuk melakukan pengecekan apakah cell B4 kosong. Dan ternyata hasilnya memang kosong. Dengan demikian fungsi ISBLANK(B4) akan mengembalikan nilai TRUE.

Gambar.2 Contoh Pengecekan ISBLANK yang mengembalikan nilai TRUE

Demikian contoh penggunaan sederhana dari ISBLANK. Semoga bisa bermanfaat bagi para pengunjung sekalian. Saran, kritik dan komentar apapun dengan senang hati kami terima demi kemajuan situs ini. Terima kasih.

Tanda $ (Absolute Reference) pada Excel

Simbol $ digunakan sebagai referensi absolut dari alamat cell (kolom ataupun baris)
Bagi kita yang baru bekerja dengan Excel, tanda $ yang terdapat pada rumus-rumus Excel terasa membingungkan. Kenapa simbol ini kadang muncul, kadang malah tidak sama sekali.

Artikel tutorial berikut ini mencoba menjawab hal tersebut denan memberikan contoh secara langsung, langkah demi langkah, apa dan bagaimana tanda $ atau absolute reference digunakan di dalam Excel 2007.

Download contoh file dari penggunaan_simbol_dollar.xlsx.
  1. Jalankan program Microsoft Excel 2007 dan bukalah file penggunaan_simbol_dollar.xlsx yang telah Anda download tersebut.
  2. Tempatkan cell pada alamat E2, ketikkan rumus = C2 * D2, dan tekan Enter. Hasil perkalian yang didapatkan adalah nilai 1,500,000.
  3. Tempatkan cell kembali pada alamat E2, klik fill handle pada cell tersebut dan tarik (drag) sampai ke E4.



    Hasilnya adalah perkalian yang dinamis, dimana rumus yang di-copy dengan cara penarikan fill handle ke cell E3 dan E4 bukan berisi = C2 * D2, melainkan = C3 * D3 (pada cell E3) dan = C4 * D4 (pada cell E4).

    Ini menunjukkan bahwa Excel akan menyesuaikan alamat cell, dimana setiap perpindahan baris akibat dari drag fill handle akan mengakibatkan perpindahan nomor baris alamat pada rumus cell.
  4. Sekarang tempatkan cell pada alamat F2, ketikkan rumus = C$2 * D$2, dan tekan Enter.



    Perhatikan kita memasukkan tanda $ pada alamat baris. Jika susah mengetik tanda dollar tersebut, tekan F4 dua kali sehingga tanda dollar akan berada pada posisi yang tepat.
  5. Klik fill handle pada cell F2 dan tarik (drag) sampai ke F4.



    Terlihat bahwa semua cell (F3 dan F4) mengandung rumus perkalian dengan alamat baris yang tidak berubah (C2 dan D2). Ini dimungkinkan karena adanya tanda dollar pada alamat baris tersebut, sehingga ketika kita copy formula tersebut dengan fill handle, maka perpindahan baris tidak menghasilkan perubahan.
  6. Selesai.
Berikut adalah keterangan sekaligus kesimpulan dari praktek di atas :
  1. Tanpa penggunaan tanda dollar ($) pada alamat cell, maka duplikasi cell yang mengandung rumus dan alamat akan disesuaikan dengan perubahan baris (ataupun kolom).

    Penurunan 1 baris akan mengakibatkan penambahan alamat baris sebesar 1 cell, penurunan 2 baris akan mengakibatkan penambahan 2 cell, dan seterusnya.
  2. Dengan penggunaan awalan tanda $ pada alamat cell, maka duplikasi cell tidak akan mengakibatkan perubahan alamat cell. Berikut adalah 3 contoh variasi penulisan prefix dan penjelasannya :
    • A$1 : alamat kolom A bisa berubah sesuai duplikasi, tetapi alamat baris 1 akan tetap (absolut).
    • $A1 : alamat kolom A tidak bisa berubah (absolut) tetapi alamat baris 1 bisa berubah.
    • $A$1 : alamat kolom A maupun baris 1 tidak akan mengalami perubahan ketika diduplikasi ke cell lain.
Demikian artikel tutorial singkat tapi cukup padat mengenai penggunaan tanda $. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.



Menghitung Rata-rata dengan Average

Pendahuluan

Function AVERAGE adalah fungsi yang bisa kita gunakan di Excel untuk menghitung rata-rata dari suatu range nilai.

Syntax dari AVERAGE adalah sebagai berikut :

AVERAGE(range1, [range2], ...)

Keterangan
  • range1 : adalah nilai tunggal atau range dari cell-cell yang ingin kita hitung nilai rata-rata.
  • range2 : adalah nilai tunggal atau range kedua dari cell-cell yang ingin kita hitung nilai rata-rata (opsional).

Objektif

Berikut adalah gambaran contoh perhitungan yang ingin kita lakukan.

Contoh Penggunaan Average
(klik pada gambar untuk memperbesar)

Langkah Penggunaan AVERAGE

  • Buatlah satu file workbook baru pada Excel 2007.
  • Pada sheet1, masukkan data dengan layout seperti berikut.

  • Data tersebut adalah data fiktif penjualan 4 kuartal dari suatu minimart. Kita akan menghitung rata-rata penjualan per kuartal. Contoh file dapat Anda download disini.
  • Tempatkan cursor pada alamat B9. Masukkan rumus berikut dan tekan Enter :

    =AVERAGE(C5:C8)

  • Hasil perhitungan nilai rata-rata adalah 11,050 seperti terlihat pada gambar berikut.

  • Selesai.

Baca Juga


Apa itu Array Formula pada Excel?

Array Formula adalah formula yang melibatkan formula untuk data range atau multi cell yang pada kondisi normal hanya untuk cell-cell tunggal.

Hampir setiap operasi dasar dapat digunakan oleh array formula ini, namun notasi dan entrinya agak sedikit berbeda antara satu formula dengan formula lainnya.

Pada beberapa literatur, array formula ini sering disebut dengan CSE Formula (Control+ Shift + Enter Formula)  karena mengharuskan penggunaan kombinasi tiga tombol keyboard tersebut.

Jika Anda berasal dari dunia programming, maka konsep dan operasi penggunaan array sudah tidak asing lagi. Bahkan cenderung intensif digunakan pada beberapa bahasa pemrograman.

Namun operasi Array Formula untuk Excel agak sedikit berbeda sehingga Anda perlu tahu konsep di balik formula ini dengan lebih baik.

Pada kesempatan kali ini akan ditunjukkan ilustrasi konsep dan contoh penggunaan array formula sehingga Anda mendapatkan gambaran lengkap dan komprehensif akan manfaatnya dalam pekerjaan sehari-hari.

Untuk memulai, marilah kita lihat satu contoh penggunaan berikut ini.

Contoh Awal

  1. Jalankan Excel dan buat satu workbook baru.
  2. Isilah worksheet dengan data seperti terlihat pada gambar berikut.

  3. Dengan data tersebut, kita akan mengisi cell-cell pada kolom SubTotal - berdasarkan perkalian dari kolom Jumlah dan Harga.
  4. Buatlah selection pada range alamat E2:E5 yang berada di bawah kolom SubTotal.

  5. Dengan posisi tersebut di atas, ketik formula =C2:C5*D2:D5, jangan tekan tombol apapun setelah Anda melengkapi formula tersebut.

  6. Sekarang eksekusi formula tersebut sebagai array formula dengan menekan tombol keyboard CONTROL + SHIFT + ENTER (CSE).

    Posisi tombol -tombol tersebut ditunjukkan pada highlight warna kuning dari gambar layout keyboard berikut ini.

  7. Hasil eksekusi tombol CSE tersebut akan terlihat seperti gambar berikut.



    Perhatikan bahwa formula yang kita masukkan tadi telah diapit oleh pasangan kurung kurawal { ... }. Ini menandakan bahwa range cell tersebut telah dianggap sebagai array formula.
  8. Arahkan cursor ke setiap cell dari E2:E5, kita akan mendapatkan formula yang sama.

  9. Sekarang cobalah pilih salah satu cell dari E2:E5 dan coba hapus dengan menekan tombol Delete. Akan terjadi error dengan pesan seperti berikut - You cannot change part of an array.



    Ini artinya range dari Array Formula adalah satu kesatuan dan tidak dapat dihapus secara individual.
  10. Selesai.

Array pada Excel

Pengertian array pada Excel sangat sederhana, yaitu kumpulan dari beberapa cell yang tersebar pada suatu kolom, suatu baris atau pada beberapa baris dan kolom (multi columns and rows). Ilustrasinya dapat Anda lihat pada gambar berikut di bawah ini.


Single-Cell dan Multi-Cell

Pada contoh penggunaan array formula di atas, terlihat bahwa hasil atau output eksekusi formula berupa array atau terdiri dari beberapa cell - sebagai satu kesatuan. Untuk hasil demikian, kita namakan formula tersebut Multi-Cell Formula.

Namun array formula tidak harus selalu menghasilkan multi-cell tetapi juga dapat menghasilkan satu cell saja, dan dengan demikian disebut Single-Cell Formula.

Kedua jenis output tersebut tetap memiliki karakteristik yang sama, yaitu pada bagian formulanya terdapat array yang dijadikan sebagai parameter atau input bagi operator ataupun fungsi yang mengolahnya.

Contoh Lanjut : Single Cell

  1. Melanjutkan contoh sebelumnya, tempatkan cursor pada cell E6.
  2. Masukkan formula =SUM(C2:C5*D2:D5) pada cell tersebut dan tekan tombol Control + Shift + Enter.

  3. Hasilnya tampak seperti pada gambar berikut. Terlihat bahwa formula diapit oleh kurung kurawal sebagai tanda itu adalah array formula. Perhatikan bahwa formula ini langsung menghitung berdasarkan hasil perkalian array C2:C5 dan D2:D5.

  4. Selesai.

Contoh Lanjut : Conditional Average

  1. Kembali kita lanjutkan contoh sebelumnya, lakukan perubahan pada worksheet sebelumnya sehingga tampak seperti pada gambar berikut.

    (klik untuk memperbesar)
    Pada worksheet ini kita akan menghitung rata-rata nilai subtotal untuk produk non telur.
  2. Pada cell F7 masukkan formula berikut dan tekan tombol Control + Shift + Enter : =AVERAGE(IF(C2:C5="Tidak",D2:D5*E2:E5)).

    Formula ini akan menyaring kategori yang bukan telur (nilai "Tidak" pada kolom C), dan kemudian menghitung rata-rata dari sub total yang dihitung dari perkalian Jumlah dan Harga (kolom D dan E).
  3. Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar berikut.

  4. Selesai.

Kesimpulan

Array pada Excel adalah rangkaian cell dari 1 kolom, 1 baris, maupun beberapa baris dan kolom. Array formula adalah formula yang beroperasi pada array tersebut, dan menghasilkan output 1 cell (Single-Cell) maupun beberapa cell (Multi-Cell).

Dari contoh yang diberikan, beberapa keuntungan dari penggunaan array formula adalah sebagai berikut :
  1. Konsistensi : Setiap cell dari hasil Multi-Cell memiliki formula yang sama.
  2. Keamanan : Setiap cell dari hasil Multi-Cell tidak dapat dihapus atau diedit sebagian. Dengan demikian kita dapat melakukan proteksi terhadap formula yang diberikan.
  3. Efisiensi ukuran file : Dari kedua contoh terakhir, kita dapat melihat bahwa untuk menghitung nilai total maupun rata-rata sebenarnya tidak diperlukan field SubTotal (intermediate field).

    Dengan demikian tidak ada penyimpanan tambahan yang diperlukan, dan akan membuat ukuran file menjadi lebih kecil.

Sumber Referensi

Rumus / Formula Pada Excel 2007

Untuk menguasai Excel, tentunya tidak mungkin jika kita tidak memahami kumpulan rumus (formula) yang terdapat pada Excel.

Kami coba membantu Anda memahami apa yang dinamakan rumus, komponennya, bagaimana memasukkan rumus, disertai beberapa  link contoh untuk penggunaan yang mudah.

Jika bukan halaman ini yang Anda cari tetapi ingin belajar Excel dari awal, silahkan kunjungi halaman http://www.belajarexcel.info/2012/10/belajar-excel-bagi-pemula.html.

Rumus atau formula adalah suatu gabungan dari beberapa elemen yang akan menghasilkan suatu nilai kembalian.

Elemen-elemen tersebut adalah :
  • fungsi
  • operator 
  • referensi cell
  • nilai konstan berupa angka atau teks

Contoh rumus dan hubungan dari tiap elemen tersebut ditunjukkan dengan ilustrasi berikut.


Penulisan Rumus pada Excel selalu dimulai dengan tanda sama dengan ( = )

Gambar Animasi : Memasukkan Rumus di Cell



Daftar Operator yang Dapat Digunakan

Selain fungsi, banyak juga yang menanyakan bagaimana penggunaan operator seperti tanda +, -, *, /, dan lain-lain.

Berikut adalah kategori dan daftar operator yang ada pada Microsoft Excel 2007 dan keterangan untuk membantu menjelaskan penggunaannya :
  • Operator Aritmatika
    • + (tanda plus) : digunakan untuk menjumlahkan dua nilai.
    • - (tanda minus)  : digunakan untuk mengurangi dua nilai, atau digunakan sebagai tanda negasi pada suatu angka konstanta.
    • * (tanda bintang)  : digunakan untuk mengalikan dua nilai.
    • / (tanda garis miring)  : digunakan untuk membagi suatu nilai dengan nilai lainnya.
    • % (tanda persen) : digunakan untuk merepresentasikan nilai persentase.
    • ^ (tanda sisipan) : digunakan sebagai tanda pangkat.

Gambar 1 : Contoh Penggunaan Operator Aritmatika
  • Operator Perbandingan Nilai
    • = (tanda sama dengan)  : menunjukkan apakah nilai yang satu sama dengan nilai lainnya.
    • > (tanda lebih besar)  : menunjukkan apakah nilai yang satu lebih besar dengan nilai lainnya.
    • < (tanda lebih kecil)  : menunjukkan apakah nilai yang satu lebih kecil dengan nilai lainnya.
    • >= (tanda lebih besar sama dengan)  : menunjukkan apakah nilai yang satu lebih besar atau sama dengan nilai lainnya.
    • <= (tanda lebih kecil sama dengan)  : menunjukkan apakah nilai yang satu lebih kecil atau sama dengan nilai lainnya.
    • <> (tanda lebih kecil dan lebih besar) : menunjukkan ketidaksamaan antara dua nilai.

Gambar 2. Contoh Penggunaan  Operator Perbandingan Nilai
  • Operator Penggabungan Teks
    • & (tanda dan / ampersand) : digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih teks.
Gambar 3. Contoh Penggunaan Operator Penggabungan Teks
  • Operator Referensi
    • : (tanda titik dua) : operator range (rentang nilai) yang mengambil dua referensi sel sebagai awal dan akhir rentang nilai.
    • , (tanda koma) : operator union yang digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih referensi menjadi satu referensi sel.
    •   (tanda spasi) : operator irisan yang digunakan untuk menghasilkan perpotongan dari dua referensi atau lebih menjadi satu referensi sel.
Gambar 4. Sumber Data
Contoh 5. Contoh Penggunaan Operator Referensi (dibantu dengan fungsi SUM)

Demikian para pengunjung BelajarExcel.info, semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Baru!!: Buat  para pengunjung yang ingin menguji kemampuan Anda dengan berbagai soal Excel, silahkan kunjungi situs kami di http://soal-latihan.belajarexcel.info. Setiap soal akan dikirimkan skornya langsung ke email Anda.

Kita juga memiliki ruang diskusi di Facebook yang sangat aktif. Jika berminat untuk diskusi dan sharing lebih lanjut join yuk di

ADDRESS: Mengambil Teks Alamat Cell berdasarkan Kolom dan Baris

Fungsi ADDRESS

Address adalah function Excel yang digunakan untuk mengambil representasi teks dari referensi alamat cell berdasarkan posisi kolom dan baris. Tipe data dari nilai kolom dan baris adalah angka / integer.

Syntax dari fungsi Address adalah sebagai berikut :

ADDRESS(row_num, column_num, [abs_num], [a1], [sheet_text])

dimana :
  • row_num : adalah posisi baris (harus diisi)
  • column_num : adalah posisi kolom (harus diisi)
  • abs_num : adalah isian yang menentukan tipe pengembalian alamat - nilai-nilainya adalah sebagai berikut :
    • 1 : alamat dalam format absolut (sama dengan jika nilai abs_num tidak diisi)
    • 2 : alamat dalam format absolut untuk baris / row, sedangkan kolom / column tetap relatif
    • 3 : alamat dalam format absolut untuk kolom / column, sedangkan baris / row tetap relatif
    • 4 : alamat dalam format relatif
  • a1 : jika TRUE maka akan mengembalikan format kolom berdasarkan alfabet (A, B, C... AA, ...) dan baris berdasarkan angka (1,2,3,...). Sedangkan jika FALSE maka akan mengembalikan berdasarkan angka namun dengan prefix R untuk baris dan prefix C untuk kolom.
  • sheet_text : penambahan teks di depan alamat

Contoh Penggunaan

Berikut adalah screenshot contoh penggunaan dari fungsi Address. Dokumen Excel contoh tersebut dapat didownload pada bagian akhir artikel ini.

Contoh Formula menggunakan Fungsi Address

Artikel Terkait

Sumber Referensi



~~ Selesai ~~

Indirect : Mengambil Nilai berdasarkan Teks Alamat

Pendahuluan

Indirect adalah fungsi pada Excel yang digunakan untuk mengambil nilai dari sel dengan menggunakan teks dari alamat dari suatu sel.

Syntax dari indirect adalah sebagai berikut :

INDIRECT(alamat_cell)

Contoh format alamat_cell adalah sebagai berikut :
  • "A2"
  • "H122"
  • dan lain-lain

Contoh Penggunaan

Berikut adalah screenshot contoh penggunaan indirect. Dokumen Excel tersebut dapat juga Anda download pada bagian akhir dari artikel ini.

Contoh Penggunaan Indirect

Artikel Terkait

Sumber Referensi


~~ Selesai ~~

Penggunaan Fungsi Index dan Match pada Excel 2007

Pasangan Match dan Index sering digunakan untuk mencari data secara dinamis

Apa itu Fungsi Index dan Match ?

Dalam keseharian pengolahan data dalam Excel hampir dipastikan Anda akan bekerja dengan dua pola berikut:
  • Melakukan pencarian data dari cell lain, biasanya dari suatu nilai terhadap suatu referensi range data tertentu.
  • Pencarian tersebut harus fleksibel, dalam arti dapat mencari dan mengambil data dari kolom ataupun baris manapun yang kita tentukan.
Untuk keperluan tersebut, Anda dapat melakukannya dengan mudah menggunakan dua fungsi Excel yaitu INDEX dan MATCH.

Fungsi INDEX

Fungsi INDEX adalah fungsi yang cukup sederhana, digunakan untuk mendapatkan nilai dari suatu cell berdasarkan pencarian pada suatu definisi table / data range worksheet kita.

Pencarian digunakan berdasarkan informasi posisi kolom dan baris, dengan acuan berupa kolom dan baris pertama table / data range tersebut.

Syntax fungsi INDEX adalah sebagai berikut :

INDEX(array, row_num, [column_num])

Keterangan :
  • array : adalah table / range data yang terdiri dari satu atau beberapa kolom dan baris.
  • row_num : adalah angka yang menunjukkan posisi baris dengan acuan dari cell pertama ( kolom / baris ujung kiri atas ) dari array.
  • column_num :  adalah angka yang menunjukkan posisi kolom dengan acuan dari kolom / baris pertama dari array. Argumen ini bersifat opsional (boleh digunakan atau tidak).

Penjelasan mengenai fungsi INDEX ini dapat diilustrasikan pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Ilustrasi Penggunaan Fungsi Index
Dengan formula "=INDEX(B3:B8, 4, 2)", kita mengambil jarak data dari posisi acuan B3 sebesar 2 kolom ke kanan dan 4 baris ke bawah. Kenapa kita mengambil B3 sebagai acuan ? Karena B3 adalah  cell pertama dari array / data range B3:D4.

Hasil dari "navigasi cell" pada fungsi ini adalah nilai dari cell C6, yaitu angka 20.

Gambar berikutnya (gambar 2) menunjukkan hasil penggunaan fungsi INDEX pada worksheet Excel.

Gambar 2. Contoh Penggunaan Fungsi Index (klik untuk memperbesar)

Fungsi MATCH

Fungsi MATCH adalah fungsi yang digunakan untuk mencari suatu nilai dari suatu range yang terdapat pada suatu kolom atau baris, tapi tidak kedua-duanya.

Syntax fungsi MATCH adalah sebagai berikut :

MATCH(lookup_value, lookup_array, [match_type])

Keterangan :
  • lookup_value : adalah nilai yang ingin dicari pada lookup_array.
  • lookup_array : adalah range data dari suatu kolom ataupun baris.
  • match_type :  adalah angka yang menunjukkan tipe pencocokan sebagai berikut :
    • 1 : jenis pencocokan dimana lookup_array dalam keadaan terurut secara ascending (kecil ke besar). Pencocokan dilakukan dengan mengambil nilai terbesar dari range data yang lebih kecil atau sama dari lookup_value.
    • 0 :  jenis pencocokan dimana pada lookup_array dicari data yang sama persis dengan lookup_value. Urutan data tidak menjadi masalah. Jika diketemukan lebih dari satu data yang sama, maka akan diambil data yang pertama kali diketemukan secara sekuensial.
    • -1 :  jenis pencocokan dimana lookup_array dalam keadaan terurut secara descending (besar ke kecil).  Pencocokan dilakukan dengan mengambil nilai terkecil dari range data yang lebih besar atau sama dari lookup_value.

Untuk kejelasan apa yang dimaksud dengan  match_type ini, perhatikan ilustrasi pada Gambar 3 di bawah ini.

Pada contoh tersebut nilai lookup adalah 3, yang kemudian dicari pada data array dengan tiga kelompok susunan data seperti tampak pada gambar.


Gambar 3. Ilustrasi Contoh Penggunaan Match Type - Skema Pertama

Terlihat dengan pilhan match_type mulai dengan nilai  -1, 0 dan 1 didapatkan hasil posisi yang berbeda dari fungsi match, masing-masing yaitu 5, 2, dan 4.


Contoh lainnya terlihat pada Gambar 4 di bawah ini. Pada kasus ini nilai lookupnya adalah 4 yang dicari pada data array dengan nilai 1, 2, 3, 3, 5, 5 dan 6 (sama dengan contoh sebelumnya). Dengan pilhan tiap  tipe mulai dari -1, 0 dan 1 didapatkan posisi dari fungsi match masing-masing adalah 3, NA (Not Available / Tidak Ditemukan), dan 4.

Gambar 4. Ilustrasi Contoh Penggunaan Match Type - Skema Kedua

Screenshot berikut menunjukkan beberapa contoh lebih lanjut penggunaan match pada Excel 2007 (klik pada gambar untuk memperbesar).

Gambar 5. Contoh Penggunaan Match pada Excel (1)

Gambar 6. Contoh Penggunaan Match pada Excel 2007 (2)

Gambar 7. Contoh Penggunaan Match pada Excel 2007 (3)

Penggunaan dari Gabungan Fungsi INDEX dan MATCH

Seperti dijelaskan sebelumnya, penggabungan fungsi INDEX dan MATCH akan menghasilkan solusi pencarian data yang cukup powerful dimana kita dapat mencari dari referensi berdasarkan kolom / baris yang kita inginkan.

Syntax dari penggabungan fungsi ini tampak seperti berikut :

INDEX(array, MATCH(lookup_value, lookup_array, [match_type]), column_num)

jika yang dicari adalah data range baris pada suatu kolom,

atau...

INDEX(array, row_num, MATCH(lookup_value, lookup_array, [match_type]))

jika yang dicari adalah data range kolom pada suatu baris.

Sekilas solusi ini mirip dengan fungsi VLOOKUP yang telah kita bahas sebelumnya. Namun dengan fungsi VLOOKUP kita terbatas pada pencarian pada kolom pertama pada data range referensi dan harus terurut, sedangkan dengan penggabungan fungsi ini kita bisa mencari dari kolom manapun dan tidak perlu dalam keadaan terurut (sesuai match_type tentunya).

Berikut adalah dua gambar contoh penggunaan dari gabungan kedua fungsi INDEX dan MATCH.

Gambar 8. Contoh Penggunaan Index dan Match (1)

Gambar 9. Contoh Penggunaan Index dan Match (2)

Kesimpulan

Fungsi MATCH dan INDEX masing-masing merupakan fungsi untuk melakukan pencarian dan navigasi dari suatu table / data range. Bedanya fungsi MATCH mengembalikan nilai posisi sedangkan fungsi INDEX mengembalikan nilai dari suatu posisi cell.

Penggabungan kedua fungsi tersebut menjadi solusi yang sangat baik sebagai alternatif dari fungsi VLOOKUP yang telah dikenali sebagai fungsi untuk mencari / lookup suatu nilai referensi.

Sumber Referensi

Launching E-BOOK EIUG: Form Entry Sederhana dengan Excel VBA

Pengunjung BelajarExcel.info Yang Saya Hormati, Pada tanggal 14 Juni 2014,Excel Indonesia User Group (EIUG) yang merupakan salah satu k...